Sejarah Umum Anjing
Sejarah Umum Anjing – Nggak ada yang aneh kalau kita berpikir bahwa sejak zaman dulu banget, manusia sudah menjadikan anjing sebagai teman dan sahabat. Bisa jadi, awalnya anjing adalah serigala yang jinak atau serigala sakit yang diusir dari kelompoknya dan akhirnya mencari perlindungan di sekitar manusia. Mungkin juga ada pemburu zaman dulu yang membawa pulang anak-anak serigala untuk dirawat oleh istri dan anak-anak mereka. Seiring waktu, anjing yang awalnya cuma mainan buat anak-anak akhirnya mulai dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Di hampir seluruh dunia, ditemukan jejak keberadaan anjing asli, kecuali di beberapa tempat seperti Kepulauan Karibia, Madagaskar, beberapa pulau di Asia Tenggara, Selandia Baru, dan Kepulauan Polinesia. Di daerah-daerah ini, tidak ada bukti bahwa anjing, serigala, atau rubah pernah hidup secara alami.
Pada zaman kuno, khususnya di daerah Timur Tengah dan Asia, anjing lebih sering dibiarkan liar dan berkeliaran dalam kelompok, seperti yang masih bisa kita lihat di beberapa kota di Timur saat ini. Manusia saat itu nggak terlalu tertarik untuk menjadikan anjing sebagai hewan peliharaan atau melatihnya menjadi lebih jinak. Baru ketika peradaban seperti Asyur dan Mesir berkembang, mulai muncul berbagai jenis anjing dengan ciri khas yang berbeda-beda.
Di Palestina, anjing dianggap sebagai hewan yang nggak berharga dan bahkan sering disebut dengan nada menghina di kitab suci. Dalam Perjanjian Lama dan Baru, anjing sering dikaitkan dengan sesuatu yang kotor. Satu-satunya referensi positif tentang anjing di Alkitab justru ada di kitab apokrifa, yaitu dalam Kitab Tobit, yang menyebutkan bahwa seekor anjing ikut menemani perjalanan seorang pemuda.
Kenapa Anjing Punya Banyak Ras yang Berbeda?
Kalau kita lihat betapa beragamnya ras anjing, rasanya sulit percaya kalau mereka berasal dari satu nenek moyang yang sama. Bayangkan betapa berbedanya anjing Mastiff dengan anjing kecil seperti Pomeranian, atau anjing St. Bernard dengan Terrier mungil. Tapi kalau kita pikir lagi, perbedaan ini nggak jauh beda dengan perbedaan antara kuda Shire dan kuda Shetland, atau sapi Shorthorn dan sapi Kerry. Para peternak anjing tahu bahwa melalui perkawinan silang yang selektif, kita bisa menghasilkan jenis anjing dengan ukuran dan bentuk yang sangat beragam.
Untuk memahami asal-usul anjing, kita bisa membandingkannya dengan serigala. Struktur tulang anjing dan serigala hampir sama, sampai-sampai kalau kita menukar kerangka mereka, mungkin nggak banyak orang yang bisa membedakannya.
Kesamaan Anjing dan Serigala
Baik anjing maupun serigala memiliki:
– Jumlah tulang belakang yang sama (7 di leher, 13 di punggung, 7 di pinggang, 3 di sakrum, dan 20-22 di ekor).
– Jumlah gigi yang sama (42 gigi).
– Jumlah jari yang sama (5 di kaki depan, 4 di kaki belakang).
– Suara asli serigala adalah lolongan, tapi kalau hidup di sekitar anjing, mereka bisa belajar menggonggong.
– Pola berburu yang mirip, di mana serigala dalam kelompok berburu menggunakan strategi tertentu, mirip dengan anjing pemburu.
– Masa kehamilan yang sama (63 hari).
Di banyak tempat, anjing lokal punya bentuk dan perilaku yang mirip dengan serigala asli di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan kalau hubungan antara anjing dan serigala bukan kebetulan belaka.
Beberapa orang berargumen bahwa anjing dan serigala tidak berhubungan karena anjing bisa menggonggong, sementara serigala dan kerabat liarnya hanya melolong. Tapi sebenarnya, anak serigala atau anjing liar yang dibesarkan bersama anjing bisa belajar menggonggong. Sebaliknya, anjing domestik yang hidup liar bisa lupa cara menggonggong. Jadi, kebiasaan menggonggong bukan alasan untuk menolak teori bahwa anjing berasal dari serigala.
Seperti yang dikatakan Charles Darwin, kemungkinan besar anjing domestik berasal dari beberapa spesies serigala yang berbeda, termasuk serigala Eropa, India, dan Afrika Utara, serta beberapa jenis anjing liar dan mungkin juga spesies yang sudah punah. Campuran darah dari berbagai spesies inilah yang akhirnya membentuk berbagai ras anjing yang kita kenal saat ini.